Indramayu Creaticity Network Membangun Inisiatif Indramayu Kota Kreatif Berbasis Seni Pertunjukan (Seni Tradisi) Khas Indramayu

Kegiatan Workshop Tata Kelola Seni dengan Objek Tari Topeng Dermayon menjadi kegiatan perdana Indramayu Creaticity Network di Urban Creative Hub pada Hari Senin (01/04).

Kegiatan diisi oleh pengelola sanggar seni tari dari Losarang yakni Dede Jaelani dan Anggi Bramantya selaku Seniman Musik.

Workshop ini dibuka langsung oleh Ketua ICN @hilmihilmansyah, dan dihadiri oleh sanggar-sanggar seni tradisi yang fokus pada Tari Topeng Dermayon.

Menurut Hilmi kegiatan ini diselenggarakan sebagai pemantik inisiatif anak muda untuk mengembangkan Indramayu kota kreatif berbasis pada subsektor seni pertunjukan (seni tradisi) khas Indramayu, selain itu agar kaum muda merawat dan melestarikan kesenian dan kebudayaan asli Indramayu.

“yaaa ini upaya Kami mengembangkan Indramayu kota kreatif berbasis seni pertunjukan dengan melibatkan anak-anak muda,” terang Hilmi yang juga menjabat sebagai Koordinator Jejaring @iccnmedia Jawa Barat.

Tari Topeng Dermayon selain Kelana, ternyata banyak juga sanggar-sanggar seni di beberapa kecamatan memiliki tarian lain yang tak kalah indah gerakannya.

Maka penting bagi kita, untuk melakukan tata kelola yang baik agar kesenian daerah, khususnya di Indramayu tetap lestari.

Kegiatan ini juga mengundang Hilmar Farid Dirjen Kebudayaan Kemendikbud ristek RI, yang diwakili oleh Pak Zulkarnaen dan Anggota DPDR Provinsi Jawa Barat, Pak @hilalhilmawan kehadiran dua tokoh tsb sebagai bentuk dukungan untuk anak muda terus peduli dan melestarikan kekayaan seni budaya daerah.

Urban Creative Hub adalah tempat bertemunya anak muda yang memiliki keinginan berkreasi dan berkarya. Sebagai pusat kreatif anak muda diharapkan menjadi portal untuk pengenalan kesenian dan kebudayaan kedalam maupun keluar Indramayu.

Ruang Ketiga ini selayaknya perlu didukung banyak pihak, baik dari pemerintah juga masyarakat.

Ad